 Blog For Free!
Archives
Home
2005 December
2005 November
2005 September
2005 July
2005 June
2005 April
2004 December
2004 October
2004 September
2004 August
2004 July
2004 June
2004 April
2004 March
2004 February
2004 January
My Links
Download Mp3 Murottal
Assunnah
Jilbab.or.id
Islamhouse
Eramuslim
Situs-situs islami
Senyumlah.com
blog Angrek bulan
blog Nurusat
blog Drajattop
blog Andhiena`imut
blognya Ardin
blog Kean
blog fauzan
Icha
tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images
Sponsored
Blog
Senyum sedekah yg paling mudah dan termurah knp kita tidak mencoba selalu tersenyum setiap saat :) tp ingat jgn senyum sendiri yah..:P
|
| Etika Bercanda |
| 12.20.05 (10:45 pm) [edit] |
Etika Bercanda
- Hendaknya percandaan tidak mengandung nama Allah, ayat-ayat-Nya, Sunnah rasul-Nya atau syi`ar-syi`ar Islam. Karena Allah telah berfirman tentang orang-orang yang memperolok-olokan shahabat Nabi
, yang ahli baca al-Qur`an yang artimya: "Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka menjawab: "Sesungguh-nya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?". Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman". (At-Taubah: 65-66).
- Hendaknya percandaan itu adalah benar tidak mengandung dusta. Dan hendaknya pecanda tidak mengada-ada cerita-cerita khayalan supaya orang lain tertawa. Rasulullah
bersabda: "Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta supaya dengannya orang banyak jadi tertawa. Celakalah baginya dan celakalah". (HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
- Hendaknya percandaan tidak mengandung unsur menyakiti perasaan salah seorang di antara manusia. Rasulullah
bersabda: "Janganlah seorang di antara kamu mengambil barang temannya apakah itu hanya canda atau sungguh-sungguh; dan jika ia telah mengambil tongkat temannya, maka ia harus mengembalikannya kepadanya". (HR. Ahmad dan Abu Daud; dinilai hasan oleh Al-Albani).
- Bercanda tidak boleh dilakukan terhadap orang yang lebih tua darimu, atau terhadap orang yang tidak bisa bercanda atau tidak dapat menerimanya, atau terhadap perempuan yang bukan mahrammu.
- Hendaknya anda tidak memperbanyak canda hingga menjadi tabiatmu, dan jatuhlah wibawamu dan akibatnya kamu mudah dipermainkan oleh orang lain.
Sumber : forsiter.brawijaya.ac.id
|
|
|
| |
| Doaku |
| 11.28.05 (6:35 pm) [edit] |
|
Ya Allah, Bentuklah diriku menjadi manusia yang cukup kuat Untuk menyadari manakala aku lemah Dan cukup berani untuk menghadapi diriku sendiri Manakala aku takut
Bentuklah diriku menjadi manusia yang tabah Manakala aku dalam kesulitan dan kekalahan Rendah hati dan jujur manakala aku dalam kemenangan
Ya Allah, Lengkapi diriku dengan kelembutan hati Dan kejernihan pikiran untuk menerima cahaya-Mu Tanpa dikaburkan oleh apapun yang bukan berasal dari-Mu Untuk berbelas kasih pada sesama Dan berteguh di jalan-Mu
[LINE] [LINE]
|
|
|
| |
| Sampai Kapan Kelalaian Ini Berakhir |
| 11.13.05 (8:54 pm) [edit] |
|
Sesungguhnya ghaflah (lalai, terlena) adalah racun yang sangat mematikan, dan penyakit yang sangat berbahaya, yang dapat menguasai hati, merasuk mencengkram jiwa, serta menawan/melumpuhkan angota badan.
Saat ini kebanyakan manusia hidup dalam kelalaian yang nyata dari (mengingat) Allah Subhanahu wa Ta'ala dan kampung akhirat. Dunia dan seluruh perhiasannya telah menjebak mereka, angan-angan tak karuan sudah menipunya, dan mereka telah disetir oleh keinginan-keinginan jelek, setan serta hawa nafsu yang selalu menyuruh kepada perbuatan tercela, namun dengan ini semua mereka masih mengira bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya perbuatan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, artinya: "Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya)." (Al Anbiyaa' :1)
Mayoritas manusia dalam keadaan lalai
Al Imam Ibnu Al Qayyim rahimahullah berkata: Dan barangsiapa memperhatikan keadaan manusia, maka dia pasti dapatkan mereka seluruhnya –kecuali sedikit saja- merupakan golongan orang-orang yang hatinya lalai dari mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala, mereka mengikuti hawa nafsunya, sehingga urusan-urusan dan kepentingan mereka terabaikan, yaitu mereka kurang perhatian terhadap hal-hal yang mendatangkan manfaat dan membawa kemashlahatan baginya, sedang mereka menyibukan diri dengan hal-hal yang sama sekali tidak bermanfaat baginya, bahkan justru mendatangkan malapetaka bagi mereka, baik sekarang maupun di masa mendatang.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, artinya: "Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman-walaupun kamu sangat menginginkannya." (Yusuf: 103)
Dan firman-Nya Subhanahu wa Ta'ala, artinya: "Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. (Al An'am : 116)
Dan firman-Nya Subhanahu wa Ta'ala, artinya: "Dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami." (Yunus : 92)
Namun apakah lalainya kebanyakan manusia dari Allah dan dari hari kemudian itu merupakan hujjah bagi orang-orang yang lengah dan suka main-main ? Sama sekali tidak…..Itu bukan hujjah bagi mereka, bahkan menjadi hujjah atas mereka, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengutus para Rasul, mereka mengajak manusia untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala saja yang tidak ada sekutu baginya, dan meninggalkan jalan-jalan kelengahan dan kesesatan, begitu juga Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menurunkan kitab-kitab yang di dalamnya mengandung peringatan dari sikap lalai dan semua pintu-pintunya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, artinya: "Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hati-mu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai." (Al Araf : 205)
Al Imam Abu Muhammad Al Qushariy berkata : Sungguh Allah Subhanahu wa Ta'ala telah melarang manusia berbuat lalai, dan Dia telah memerintahkan agar selalu mengingat-Nya setiap saat, Dia berfirman, artinya: "Berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah dzikir yang sebanyak-banyaknya." (Qs: Al-Ahzab: 41)
Dan berfirman, artinya: "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring" (Qs: Ali Imran: 191)
Nb: mengingatkan ana yg terkadang masih suka lalai
Disarikan dari nasrah Darul Wathan, "Ila mata al ghaflah" (Abu Sulaiman).
Bersambung
|
|
|
| |
| Tips Ringan atasi keriput dini |
| 09.08.05 (12:29 am) [edit] |
|
Keriput? Duh, wanita mana yang tak ngeri menghadapi masalah yang satu ini. Bayangkan, usia masih muda tapi penampilan sudah seperti nenek-nenek. Makanya tak heran deh kalau banyak wanita yang rela ‘mati-matian’ untuk mempertahankan kulitnya agar tetap kencang. Tapi sebenarnya, Anda tak perlu panik menghadapi fenomena ‘turunnya’ si kulit ini, asal tahu jurus jitu pencegahannya. Apa saja? Simak deh yang berikut ini:
1. Stop kebiasaan merokok dan meminum minuman keras. Pasalnya di dalam rokok dan minuman keras terkandung bahan-bahan kimia yang jika dikonsumsi dalam jangka panjang bisa menyebabkan kulit menjadi kering dan keriput.
2. Hindari sinar matahari, terutama sekitar pukul 10.00 – 16.00 WIB karena peredaran sinar matahari di waktu tersebut paling berbahaya. Sinar UVA dan UVB yang dikeluarkan pada saat itu dapat menembus ke dalam kulit yang bisa menyebabkan kerusakan membran sel kulit. Jika Anda terpaksa harus keluar ruangan pada jam-jam tersebut, biasakan memakai tabir surya (sunscreen) yang memiliki kadar SPF minimal 12 dan maksimal 30.
3. Sebaiknya pada saat tidur, ambil posisi terlentang supaya kulit wajah tidak tertekan dan rileks.
4. Jangan mandi atau membasuh muka dengan air yang terlalu panas, atau menggosoknya dengan sesuatu yang kasar.
5. Sebaiknya hindari perubahan berat badan yang fluktuatif (naik turun berulang-ulang) karena pemekaran dan penciutan kulit yang terlalu sering akan menimbulkan kelelahan pada serabut elastin.
5. Pakailah pelindung kulit seperti pelembab, tabir surya atau baju hangat kala berada di tempat-tempat yang suhu udaranya ekstrim (terlalu panas, terlalu dingin atau anginnya terlalu kencang). Pasalnya, perbedaan yang jauh antara kondisi normal dengan kondisi ekstrem itu dapat menyebabkan penciutan pada kulit.
6. Pada saat mencuci wajah, gunakan sabun yang lembut dan tak bersoda. Sebaiknya juga hindari pembersihan muka dengan scrub yang butirannya kasar.
|
|
|
| |
| Kegagalan tuk kebaikan |
| 07.17.05 (9:17 pm) [edit] |
|
:oops:
|
|
|
| |
| 10 Langkah Bagi Ayah & Ibu Bekerja |
| 06.16.05 (6:22 pm) [edit] |
|
10 Langkah Bagi Ayah Ibu Bekerja
Membesarkan anak dengan baik memang tidak mudah bagi pasangan suami istri yang bekerja. Dengan sepuluh panduan berikut mudah-mudahan mereka dapat menjalankan tugas sebagai orang tua dan pasangan karier secara seimbang.
Lebih dari tiga puluh tahun terakhir, dengan pelbagai alasan sosioekonomi semakin banyak pasangan suami-istri yang harus bekerja. Kegiatan masing-masing anggota keluarga di luar juga meningkat, akibatnya waktu berkumpul antara anak dan orang tua atau saudara-saudara mereka semakin sedikit. Anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama pengasuh atau malah bermain sendiri di rumah.
Kecenderungan ini, menurut Daniel Amen, M.D., direktur medis The Center For Effective Living, akan menimbulkan dampak sosial serius jika orang tua tidak memberikan kepemimpinan yang kuat kepada anak-anak mereka. Psikiater anak, remaja dan dewasa ini menyodorkan sepuluh panduan untuk membesarkan anak secara sehat dalam keluarga dengan kedua orang tua bekerja.
1. Waktu. Hubungan orang tua-anak yang baik memerlukan waktu yang memungkinkan mereka berkumpul secara fisik. Tidak perlu berjam-jam. Yang penting, orang tua secara konsisten meluangkan sedikit waktu bersama anak-anak hampir setiap hari. Ketika bersama mereka, jauhkan gangguan dan konsentrasikan perhatian kita kepada mereka. Waktu adalah tonggak penyangga pengasuhan yang baik.
2. Jadilah pendengar yang baik. Bila anak-anak mengetahui bahwa kita benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan, mereka akan lebih bersemangat untuk berbagi perasaan dan pikiran. Sebaliknya, kalau orang tua merendahkan gagasan anaknya atau "rajin" mengkritik kata - katanya, anak itu akan menarik diri dan memilih lebih dekat pada teman. Karenanya, jika ingin memiliki pengaruh dalam kehidupan anak, mari menjadi pendengar yang baik. Mereka akan menerima kita bila kita membantu mereka memecahkan masalah.
3. Tentukan harapan yang jelas. Memberitahukan anak apa yang kita harapkan darinya akan membentuk perilaku yang baik. Jangan ragu-ragu melibatkan mereka dalam pekerjaan sehari-hari dan untuk membantu menyelesaikan tugas-tugas di lingkungan rumah. Kebanyakan anak pasti akan mengeluh. Begitupun, kita harus berusaha agar mereka senang dilibatkan. Pada anak yang berperan serta dalam urusan rumah tangga, akan tumbuh etika kerja dan umumnya ia lebih merasa menjadi bagian dari keluarga.
4. Jangan membiarkan rasa bersalah. Banyak orang tua merasa bersalah karena bekerja seharian di luar rumah. Sebagai kompensasinya, mereka membiarkan anak berperilaku buruk dan tidak disiplin. Orang tua yang baik adalah yang tegas. Merasa bersalah merupakan tindakan kontraproduktif.
5. Jangan menggantikan kasih sayang atau waktu dengan uang. Memang penting untuk mengajarkan anak-anak bagaimana mengelola uang, tetapi jangan gunakan uang sebagai pengganti waktu atau kasih sayang kita. Pesan materialistis di televisi mudah sekali merasuki anak dan membangkitkan keinginan mereka untuk membeli ini dan itu. Bagaimana kita dapat membentengi mereka dari pengaruh buruk ini? Kita buat mereka untuk selalu berusaha bila ingin memperoleh sesuatu. Sesuatu yang diperoleh melalui bekerja, akan lebih terasa nilainya.
6. Jangan terlalu sering gonta-ganti pengasuh. Satu dari kebutuhan psikologi yang penting pada anak adalah bahwa ia terasuh dengan baik dan penuh kasih secara terus-menerus. Oleh karena itu kita memerlukan pengasuh. Dengan menggunakan pengasuh kecemasan kita akan berkurang selama kita bekerja. Namun sebelum menyerahkan anak pada seorang pengasuh, berikanlah kesempatan untuk terciptanya keakraban dan kedekatan antara anak dan si calon pengasuh. Sering gonta-ganti pengasuh dapat membahayakan anak. Untuk mencari orang yang tepat atau situasi yang baik bagi anak, kalau perlu, pergilah ke tempat yang jauh!
7. Kuncinya: pengawasan. Sering kali ketika ditinggalkan orang tua, anak terjerumus dalam masalah. Penelitian menunjukkan bahwa anak- anak bermasalah sering berasal dari keluarga yang kurang atau tidak diawasi. Anak-anak tidak begitu saja tahu sejak lahir, mana perilaku baik, mana yang buruk. Mereka perlu diajari dan kemudian diawasi. Karenanya, sangatlah penting bagi orang tua untuk mengetahui di mana anaknya, sedang bersama siapa, dan sedang ngapain. Memang, anak sering mengeluh kalau ia diawasi ketat, tetapi anak-anak yang tidak diawasi juga sering merasa bahwa orang tua mereka tidak peduli dengan mereka!
8. Beri perhatian lebih saat ia baik. Ini bagian paling berat sebagai orang tua. Kita cenderung lebih memperhatikan anak-anak ketika mereka menjengkelkan. Sebaliknya, jauh lebih sulit untuk memperhatikan perilaku baik mereka. Namun, jika ingin anak berperilaku baik, berilah perhatian pada hal-hal yang kita sukai dari mereka. Kalau anak merasa diabaikan, secara bawah sadar ia akan berperilaku salah untuk menarik perhatian kita. Memperhatikan mereka sewaktu mereka baik, memang memerlukan usaha.
9. Hukuman itu untuk mendidik. Orang tua yang bekerja di luar rumah, cenderung mengalami kelelahan dan mudah jengkel. Maka mereka lebih mudah kehilangan kontrol terhadap anak-anak. Ini dapat menimbulkan masalah. Jangan pernah menghukum anak ketika kita sendiri tidak dapat mengontrol diri. Gunakan hukuman untuk mendidik, bukan untuk melampiaskan kemarahan.
10. Berikan teladan dalam relasi. Anak belajar berelasi dari orang tua mereka. Mereka juga merasa paling aman jika melihat orang tua saling memperlakukan pasangannya dengan baik. Maka hal terbaik yang dapat dilakukan bagi anak-anak kita adalah mencintai pasangan kita. (WWM 20129-AMEN/Bea).
Sumber: Milist Majalah Intisari
|
|
|
| |
| belajar tuk sabar |
| 04.11.05 (9:14 pm) [edit] |
Tiada kata akhir untuk belajar seperti juga tiada kata akhir untuk kehidupan, dan tugas paling sulit dalam hidup adalah....belajar untuk sabar.
(Annemarie Schimmel)
|
|
|
| |
| password yg lama menghilang |
| 04.11.05 (9:02 pm) [edit] |
|
:lol:
|
|
|
| |
| Pertemanan Dalam Islam |
| 12.15.04 (6:38 pm) [edit] |
Secara umum, orang merasa senang dengan banyak teman. Manusia memang tidak bisa hidup sendiri, sehingga disebut sebagai makhluk sosial. Tetapi itu bukan berarti, seseorang boleh semaunya bergaul dengan sembarang orang menurut selera nafsunya. Sebab, teman adalahpersonifikasi diri. Manusia selalu memilih teman yang mirip dengannya dalam hobi, kecenderungan,pandangan, pemikiran. Karena itu, Islam memberi batasan-batasan yang jelas dalam soal pertemanan. [b][u]Memilih Teman Yang Baik [/u][/b] Teman memiliki pengaruh yang besar sekali.Rasulullah bersabda, [b][i]"Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya." (HR. Ahmad dan Tirmidzi).[/i][/b] Makna hadits di atas adalah seseorang akan berbicara dan ber-perilaku seperti kebiasaan kawannya. Karena itu beliau Shalallaahu alaihi wasalam mengingatkan agar kita cermat dalam memilih teman. Kita harus kenal kualitas beragama dan akhlak kawan kita. Bila ia seorang yang shalih, ia boleh kita temani. Sebaliknya, bila ia seorang yang buruk akhlaknya dan suka melanggar ajaran agama, kita harus menjauhinya. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda[b][i],"Jangan berteman, kecuali dengan orang mukmin, dan jangan memakan makan-anmu kecuali orang yang bertakwa." [/i][/b][/b](HR. Ahmad dihasankan oleh al-Albani)
[b][u]Cinta Karena Allah[/u][/b] Persahabatan yang paling agung adalah persahabatan yang dijalin di jalan Allah dan karena Allah, bukan untuk mendapatkan manfaat dunia, materi,jabatan atau sejenisnya. Persahabatan yang dijalin untuk saling mendapatkan keuntungan duniawi sifatnya sangat sementara. Bila keuntungan tersebut telah sirna, maka persahabatan pun putus.Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, tidak ada tujuan apapun dalam persahabatan mereka, selain untuk mendapatkan ridha Allah. Orang yang semacam inilah yang kelak pada Hari Kiamat akan mendapat janji Allah.Rasulullah Shalallaah u alaihi wasalam bersabda,"Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, 'Dimana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali per-lindungan-Ku." (HR. Muslim) [b][u]Ungkapkan Cinta Karena Allah[/u][/b]
Anas Radhiallaahu anhu meriwayatkan, "Ada seorang laki-laki di sisi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Tiba-tiba ada sahabat lain yang berlalu.Laki-laki tersebut lalu berkata, "Ya Rasulullah,sungguh saya mencintai orang itu (karena Allah)". Maka Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bertanya"Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya?" "Belum", jawab laki-laki itu. Nabi bersabda, "Maka bangkit dan beritahukanlah padanya, niscaya akan mengokohkan kasih sayang di antara kalian." Lalu ia bangkit dan memberitahukan, [b][i]"Sungguh saya mencintai anda karena Allah." Maka orang ini berkata, "Semoga Allah mencintaimu, yang engkau mencintaiku karena-Nya."(HR. Ahmad, dihasankan oleh Al-Albani).[/i][/b] Hal yang harus diperhatikan oleh orang yang saling mencintai karena Allah adalah untuk terus melakukan evaluasi diri dari waktu ke waktu. Adakah sesuatu yang mengotori kecintaan tersebut dari berbagai kepentingan duniawi? Lemah Lembut, Bermuka Manis dan Saling Memberi Hadiah Paling tidak, saat bertemu dengan teman hendaknya kita selalu dalam keadaan wajah berseri-seri dan menyungging senyum. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,"Jangan sepelekan kebaikan sekecil apapun, meski hanya dengan menjum-pai saudaramu dengan wajah berseri-seri." (HR. Muslim dan Tirmidzi). Dalam sebuah hadis riwayat Aisyah Radhiallaahuanha disebutkan, bahwasanya "Allah mencintai kelemah-lembutan dalam segala sesuatu." (HR. al-Bukhari). [b][u]Saling Memberi Nasihat[/u][/b] Dalam Islam, prinsip menolong teman adalah bukan berdasar permintaan dan keinginan hawa nafsu teman. Tetapi prinsip menolong teman adalah keinginan untuk menunjukkan dan memberi kebaikan, menjelaskan kebenaran dan tidak menipu serta berbasa-basi dengan mereka dalam urusan agama Allah. Termasuk di dalamnya adalah amar ma'ruf nahi mungkar, meskipun bertentangan dengan keinginan teman.
Buletin Al Sofwah Online.
|
|
|
| |
| Teh Blog yg terlupakan |
| 10.10.04 (3:04 am) [edit] |
Teh nya terbengkalai hihihi ..kasian dikau teh dah lama terlupakan...dibilang sibuk ndak juga tp yg pasti akhirnya memang ngak teringat teh..inget kopi aja :P sabar ya teh...ntar dikau akan kutulis lagi..byk kisah yg dah ada diotakku ..tp untuk saat ini aq blom bisa menuangkan dalam ketikankan..masih dlm kesedihan bisa jd sambil nulis aq nangis :P bisa brabe dunk user liat aq nagis teh :? Ramadhan segera tibaaaaaaaa....Marhaban Ya Ramadhan
|
|
|
| |
| Bosen |
| 09.07.04 (9:31 pm) [edit] |
Hari ini bosen kembali datang menyerang (hehe kayak main perang2an aja yak :D Yang pasti mah hari2 ku berbuat kesalahan...sudah brp kah dosa ku??????? ku semakin jauh dariMu ..amalan amalan ku sudah mulai berkurang ..Ya Allah beri aku kekuatan dan hidayahmu biar ku makiiiiiiiin dekat dan harapanku satu-satu hanya padaMu bantu aku bantu aku bantu aku ......... agar ku bisa bangkit kembali menghilang masa lalu :cry:
|
|
|
| |
| Muhasabah Diri |
| 09.03.04 (5:10 pm) [edit] |
Ana ada baca tips2 tuk bermuhasabah semoga bermanfaat..walau terkadang belum sepenuhnya melakukan hal ini..mending mencoba melaksanakan satu persatu sedikit demi sedikit lama kelamaan jadi.....(isi sendiri yah )
1.Rajin membaca Quran. Kita hendaklah membiasakan diri kita untok sentiasa melafazkan kebenaran. 2. Rajin berzikir. Semoga apa yang kita tuturkan lahir dari hati yang sentiasa berzikir dengan Allah. 3. Kita hanya bercakap mengenai kebaikan orang lain agar terdorong kepada diri kita untuk melakukan kebaikan. 4. Elakkan dari bercakap bohong. Bila sekali kita berbohong kita akan berbohong kali kedua untuk menutup bohong pertama dan seterusnya. 5. Elakkan dari berjenaka yang tidak tentu tempat. Bila kita berjenaka kita dalam keadaan ceria dan mungkin menyinggung perasaan orang lain dan masuk kategeri mengumpat pula. 6. Makan dan minum benda-benda yang halal. 7.Segera beristighfar jika menyedari kesilapan/kesalahan. 8. Kita mesti rajin belajar dari orang yang lebih bertaqwa dari kita. 9. Biasakan diri kita berbicara tentang kebesaran Allah, dan kelemahan diri kita. 10. Bersihkan hati dan nurani kita. :P
|
|
|
| |
| Muhasabah Diri |
| 09.03.04 (5:10 pm) [edit] |
Ana ada baca tips2 tuk bermuhasabah semoga bermanfaat..walau terkadang belum sepenuhnya melakukan hal ini..mending mencoba melaksanakan satu persatu sedikit demi sedikit lama kelamaan jadi.....(isi sendiri yah ) 1.Rajin membaca Quran. Kita hendaklah membiasakan diri kita untok sentiasa melafazkan kebenaran. 2. Rajin berzikir. Semoga apa yang kita tuturkan lahir dari hati yang sentiasa berzikir dengan Allah. 3. Kita hanya bercakap mengenai kebaikan orang lain agar terdorong kepada diri kita untuk melakukan kebaikan. 4. Elakkan dari bercakap bohong. Bila sekali kita berbohong kita akan berbohong kali kedua untuk menutup bohong pertama dan seterusnya. 5. Elakkan dari berjenaka yang tidak tentu tempat. Bila kita berjenaka kita dalam keadaan ceria dan mungkin menyinggung perasaan orang lain dan masuk kategeri mengumpat pula. 6. Makan dan minum benda-benda yang halal. 7.Segera beristighfar jika menyedari kesilapan/kesalahan. 8. Kita mesti rajin belajar dari orang yang lebih bertaqwa dari kita. 9. Biasakan diri kita berbicara tentang kebesaran Allah, dan kelemahan diri kita. 10. Bersihkan hati dan nurani kita.
|
|
|
| |
| Latihan Menata Hati |
| 08.31.04 (1:41 am) [edit] |
Mahasuci Allah yang selalu menutupi aib/kelemahan kita setiap saat. Seandainya Allah berkehendak memperlihatkannya maka hancurlah semua.Dimuliakan dan dihargai oranglain bukan karena tergolong hamba yang mulia. Orang lain menghargai ini semua karena Allah menampakkan yang baik dan menutupi kelemahan-kelemahan kita.
Sebaiknya selalu bersyukur atas karunia ini dan mempertahankannya sepanjang hidup. Tetapi kebanyakan kita lebih suka menghianatinya. Latihan penting yang sebaiknya selalu kita lakukan adalah dengan menaha diri ketika melihat kelemahan orang lain. Menahan diri untuk tidak berkomentar dan tidak menceritakannya kepada orang lain. Terkadang kita merasa menjadi lebih mulia dengan cerita itu karena merasa diri kita lebih baik.Atau terkadang kita tertipu dengan menganggap bahwa kita bisa menjadi lebih mulia dengan menjatuhkan orang lain (na’udzubillah).
Padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Ketika aib orang lain dibuka maka bersamaan dengan itu terbukalah aib-aib kita sendiri. Jika berkata kebaikan dengan penuh kejujuran, maka itulah diri kita. Bila menginginkan kemuliaan maka latihan yang perlu kita lakukan adalah berusaha “menutupi kelemahan orang lain”. dan sebaiknya kita tidak mengubah sikap kepadanya.
Islam mengajarkan, jika menutupi kelemahan saudara kita, maka Allah akan menutupi kelemahan kita. Ini latihan yang sangat penting dan sangat berat,tetapi bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Sikap ridho/penerimaan yang ikhlas atas kelemahan orang lain adalah satu kemuliaan. Rasulullah SAW yang mulia, dikelilingi orang para sahabat dengan segala kelebihan dan kelemahannya. Dengan penerimaan dan pembinaan yang sangat baik maka para sahabat menjadi orang-orang yang mulia. Mereka mulia di hadapan manusia karena terbukti menjadi pemimpin-pemimpin yang terpercaya. Dan juga punya kedudukan di hadapan Allah karena mereka adalah hamba-hamba yang taat.
|
|
|
| |
| Sudah menikah? |
| 07.25.04 (10:27 pm) [edit] |
[b][i]Sudah menikah?? [/i][/b] kata yg sering terlontar bila kita bertemu temen,memang hal yg wajar pertanyaan seperti ini, tanpa kita sadari melanjutkan pertanyaan2 yang seharusnya tak perlu ada jawaban selalu aja mengulang kalimat apa dan mengapa...dsb
Seharusnya jika seorang ikhwah dapat memahami bahwa pertanyaan yg kadang dia sendiri juga mengerti bahwa Allah yg mentakdirkan semua.
Saya sedih ketika seseorang mengucapkan "wah..koq belum menikah usia setua ini apa mau kaya dulu dan keriput?dengan nada bercanda..tapi hati terdetak kenapa yach seorang yg tidak memikirkan perasaan orang lain padahal disaat dia diposisi kita bagaimana?atau bisa jadi disaat itu kepekaannya hilang,atau juga sudah merupakan salah satu sifat manusia yang kerap diuji oleh Allah?.(berhusnuzhon aja deh ) Saya meyakini bahwa Allah akan memberikan jodoh kapan saja yang dia inginkan kita hanya diwajibkan untuk mengimaninya, manusia boleh berharap banyak untuk memilih ,seandainya bisa memilih pasti dia akan memilih yg diinginkan seperti perkataan yg sering dilontarkan..tapi yang sering kali kadang rencana lain yg diberikannya, namun kita hanya bisa berserah diri pada-Nya dan mengambil hikmah dibalik itu semua sebanyak-banyaknya.
NB: Saya berharap buat para ikhwah janganlah pertanyaan yg tak perlu jawaban selalu dilontarkan..menjaga perasaan itu lebih baik bukan?
:?: :cry:
|
|
|
| |
| 8 Hadiah yg berharga |
| 07.14.04 (9:48 pm) [edit] |
[u][b]KEHADIRAN[/b][/u] Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagian.
[u][b]MENDENGAR[/b][/u] Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab kebanyakan orang lebih suka didengarkan ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan curahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.
[u][b]D I A M[/b][/u] Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.
[u][b]KEBEBASAN[/b][/u] Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, "Kau bebas berbuat semaumu." Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau apapun yang dia lakukan.
[u][b]KEINDAHAN[/b][/u] Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertataindah, misalnya. Keindahan juga tidak musti berbentuk fisik, bisa saja indah dalam bertutur atau berbicara dengan lembut sehingga menyenangkan hati lawan bicara Anda.
[u][b]TANGGAPAN POSITIF[/b][/u] Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang lain. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian ( dan juga permintaan maaf ), adalah hadiah (kado) yang sering terlupakan.
[u][b]KESEDIAAN MENGALAH[/b][/u] Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apakah sebuah hubungan harus dikorbankan dan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado "kesediaan mengalah" Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena tidak memenuhi keinginan anda. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini
[u][b]SENYUMAN[/b][/u] Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus-asaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang anda sayangi?
|
|
|
| |
| Kejujuran |
| 06.24.04 (2:03 am) [edit] |
[b][u][i]Sesungguhnya lidah itu akan terbiasa dengan apa yang telah dibiasakan.[/i][/u][/b]
Kejujuran adalah perkara yang lebih utama yang menyebabkan seseorang beragama , maka jadikanlah ia sebagai pegangan. Didalam hadist disebutkan [b]"Sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebajikan, sedangkan dusta menuntun kepada kedurhakaan[/b].(Muttafaq 'alaih)
Seseorang bukanlah sebagai orang jujur dalam perkataannya hingga ia mengukuhkan (membuktikan) perkataannya dengan perbuatan Perkataan adalah apa-apa yang dibuktikan dengan perbuatan dan perbuatan adalah apa-apa yang dibuktikan dengan akal..
Jujurlah dalam kata-katamu kerena kejujuran adalah keselamatan dari hinaan. Tinggalkan orang-orang yang suka berdusta sebab kebisuan adalah lebih baik dari dusta.
Orang-orang jujur , kerena keutamaan kejujuran akan mendapatkan keselamatan dalam kehidupan dan dalam kematian. Semoga Allah menganugerahkan kejujuran kepada kita semua dalam ucapan maupun perbuatan.
|
|
|
| |
| Tertawa sendirian |
| 04.18.04 (12:05 am) [edit] |
Kadang aku ketawa sendirian Ngapain ... Nungguin sinetron kesayanganku Nyambil makan keripik singkong
Kadang aku ketawa sendirian Ngapain ... Ngerumpi dichat bersama temenku Sampai tak ingat waktu
Kadang aku ketawa sendirian Ngapain .. musti colak-colek remot sendirian Ketawa sendirian Bete sendirian Sebel sendirian Jayus sendirian Nangis sendirian Hidup ini serius namun kadang kuanggap sebagai permainan
Kadang aku ketawa sendirian Begitu banyak aktivitasku yang tersia-siakan Sementara aku menganggap diriku telah berbuat kebaikan
Namun kini aku sadar bahwa kehidupan ini punya tujuan.. Ya Allah bantu aku tuk tetap dijalan-MU
|
|
|
| |
| Jadikan diri seperti Fatimah Azzahra ..bisakah?? |
| 03.11.04 (8:22 pm) [edit] |
Imam Nawawi pernah memuliakan keagungan Fathimah Az-Zahra ketika berbicara masalah hak dan kewajiban suami istri bersama Rosulullah.
Nabi SAW bersabda kepada putrinya. Hai Fathimah, setiap istri yang membuatkan tepung untuk suami dan anak2nya, maka Allah mencatat baginya memperoleh kebajikan drai setiap butir biji yang tergiling dan menghapus keburukannya serta meninggukan derajatnya.
Hai Fathimah, setiap istri yang berkeringat di sisi alat penggilingnya karena membuatkan bahan makanan untuk suaminya, maka Allah memisahkan antara dirinya dan neraka sejauh tujuh hasta.
Hai Fathimah, setiap istri yang meminyaki rambut anak - anak nya dan menyisirkan rambut mereka dan mencucikan baju mereka, maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala spt pahala orang yang memberi makan 1000 orang yang sedang kelaparan dan spt pahala orang yg memberi pakaian 1000 orang yg telanjang.
Hai Fathimah, setiap istri yang mencegah kebutuhan tetangganya, maka Allah kelak akan mencegahnya (tidak memberi kesempatan baginya) untuk minum air dari telaga Kautsar pd hari kiamat.
Hai Fathimah, tetapi yg lebih utama dari semua itu adalah keridlaan suami thd istrinya. Sekiranya suamimu tidak meridlaimu, tentu aku tidak akan mendoakan dirimu.
Bukankah engkau mengerti, hai Fathimah bahwa ridla suami itu menjadi bagian dari ridla Allah, dan kebencian suami itu merupakan bagian dari kebencian Allah.
Hai Fathimah, manakala seorang istri mengandung maka para malaikat memohon ampun untuknya dan setiap hari dirinya dicatat memperoleh 1000 kebajikan dan 1000 keburukannya dihapur. Apabila telah mencapi rasa sakit (menjelang melahirkan) maka Allah memcatatkan untuknya memperoleh pahala spt pahala orang - orang yg berjihad di jalan Allah. Apabila ia telah melahirkan, dirinya terbebas dari segala dosa spt keadaannya setelah dilahirkan ibunya.
Hai Fathimah, setiap istri yang melayani suaminya dengan niat yg benar, maka dirinya terbebas dari dosa2nya spt pd hari dirinya dilahirkan ibunya. Ia tidak keluar daru dunia (yakni mati) kecuali tanpa membawa dosa. Ia menjumpai kuburnya sebagai pertamanan surga. Allah memberinya pahala spt 1000 orang yg berhaji dan berumrah dan 1000 malaikat memohonkan ampunan untuknya hingga kiamat.
Setiap istri yang melayani suaminya sepanjang hari dan malam hari disertai hati yang baik, ikhlas, dan niat yang benar, maka Allah mengampuni dosanya. Pada hari kiamat kelak, dirinya diberi pakaian berwarna hijau dan dicatatkannya untuknya pd setiap rambut yang ada di tuibuhnya dengan 1000 kebajikak dan Allah memberi pahala kpdnya sebanyak 100 pahala orang yang berhaji dan berumrah.
Hai Fathimah, setiap istri yang tersenyum manis di muka suaminya, maka Allah memperhatikannya dengan penuh rahmat.
Hai Fathimah, setiap istri yang menyediakan diri tidur bersama suaminya dengan sepenuh hati, maka ada seruan yang ditujukan kpdnya dari langit. " Hai Wanita, menghadaplah dengan membawa amalmu. Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa dosamu yang berlalu dan yang akan datang."
Hai Fathimah, setiap istri yang meminyaki rambut suami demikian pula jenggotnya, memangkas kumis dan memotong kuku kukunya, maka Allah kelak memberi minum kpdnya dari rahiqim makhtum (tuak jernih yang tersegel) dan dari sungai yang ada di surga, bahkan Allah kelak akan meringankan beban sakaratul maut. Kelak dirinya akan menjumpai kuburnya bagaikan taman surga. Allah memcatatnya terbebas dari neraka dan mudah melewati sirath (titian).
Malu rasanya membandingkan diri dengan dirinya,tetes air mata mengalir ketika membaca sirohnya yg begitu teguh dan penuh kelembutan serta kasih sayang dalam menjalani kehidupannya. Ku yakinkan diri untuk mampu menjalani sekehidupan ini,bila kelak diriku menggenabkan 1/2 dien ini ,tidak bisa keseluruhannya, minimal bisa mengikuti kesabarannya. bener tdk????
Buat ukhtiku yg sudah menjalani setengah diennya atau yg akan,banyak amalan yg ada dihadapan kita kelak membawa ke Jannah-Nya ,ikhlaskan diri dari segala pekerjaaan seberat apapun,ganjaran yg lebih mulia disisi-Nya.(amin) Mari berdoa dengan sabar dan ikhlas dalam menjalani kehidupan ini.
:cry:
|
|
|
| |
| 7 Ciri 'Sok Tahu |
| 02.25.04 (7:28 pm) [edit] |
7 Ciri 'Sok Tahu'
'Sok tahu' pada dasarnya adalah "merasa sudah cukup berpengetahuan" padahal sebenarnya kurang tahu. Masalahnya, orang yang sok tahu biasanya tidak menyadarinya. Lantas, bagaimana kita tahu bahwa kita 'sok tahu'? Mari kita mengambil hikmah dari Al-Qur'an. Ada beberapa ciri 'sok tahu' yang bisa kita dapatkan bila kita menggunakan perspektif surat al-'Alaq.
1. Enggan Membaca Ketika disuruh malaikat Jibril, "Bacalah!", Rasulullah Saw. menjawab, "Aku tidak bisa membaca." Lalu malaikat Jibril menyampaikan lima ayat pertama yang memotivasi beliau untuk optimis. Adapun orang yang 'sok tahu' pesimis akan kemampuannya. Sebelum berusaha semaksimal mungkin, ia lebih dulu berdalih, "Ngapain baca-baca teori. Mahamin aja sulitnya minta ampun. Yang penting prakteknya 'kan?" Padahal, Allah pencipta kita itu Maha Pemurah. Ia mengajarkan kepada kita apa saja yang tidak kita ketahui.
Disisi lain, ada pula orang Islam yang terlalu optimis dengan pengetahuannya, sehingga enggan memperdalam. Katanya, misalnya, "Ngapain baca-baca Qur'an lagi. Toh udah khatam 7 kali. Mending buat kegiatan lain aja." Padahal, Al-Qur'an adalah sumber dari segala sumber ilmu, sumber 'cahaya' yang tiada habis-habisnya menerangi kehidupan dunia. Katanya, misalnya lagi, "Ngapain belajar ilmu agama lagi, toh sejak SD hingga tamat kuliah udah diajarin terus." Padahal, 'ilmu agama' adalah ilmu kehidupan dunia-akhirat.
2. Enggan Menulis Orang yang sok tahu terlalu mengandalkan kemampuannya dalam mengingat-ingat dan menghafal pengetahuan atau ilmu yang diperolehnya. Ia enggan mencatat. "Ngerepotin," katanya. Seolah-olah, otaknya adalah almari baja yang isinya takkan hilang. Padahal, sifat lupa merupakan bagian dari ciri manusia. Orang yang sok tahu enggan mencatat setiap membaca, menyimak khutbah, kuliah, ceramah, dan sebagainya. Padahal, Allah telah mengajarkan penggunaan pena kepada manusia.
Di sisi lain, ada pula orang yang kurang mampu menghafal dan mengingat-ingat pengetahuan yang diperolehnya, tapi ia merasa terlalu bodoh untuk mampu menulis. "Susah," katanya. Padahal, merasa terlalu bodoh itu jangan-jangan pertanda kemalasan. Emang sih, kalo nulis buat orang lain, kita perlu ketrampilan tersendiri. Tapi, bila nulis buat diri sendiri, bukankah kita gak bakal kesulitan nulis 'sesuka hati'? Apa susahnya nulis di buku harian, misalnya, "Tentang ciri sok tahu, lihat al-'Alaq!"?
3. Membanggakan Keluasan Pengetahuan Orang yang sok tahu membanggakan kepintarannya dengan memamerkan betapa ia banyak membaca, banyak menulis, banyak mendengar, banyak berceramah, dan sebagainya tanpa menyadari bahwa pengetahuan yang ia peroleh itu semuanya berasal dari Allah. Ia mengira, prestasi yang berupa luasnya pengetahuannya ia peroleh berkat kerja kerasnya saja. Padahal, terwujudnya pengetahuan itu pun semuanya atas kehendak-Allah.
Mungkin ia suka meminjam atau membeli buku sebanyak-banyaknya, tetapi membacanya hanya sepintas lalu atau malah hanya memajangnya. Ia merasa punya cukup banyak wawasan tentang banyak hal. Ia tidak merasa terdorong untuk menjadi ahli di bidang tertentu. Kalau ia menjadi muballigh 'tukang fatwa', semua pertanyaan ia jawab sendiri langsung walau di luar keahliannya. Ia mungkin bisa menulis atau berbicara sebanyak-banyaknya di banyak bidang, tetapi kurang memperhitungkan kualitasnya.
4. Merendahkan Orang Lain Yang Tidak Sepaham Bagi orang Islam yang sok tahu, siapa saja yang bertentangan dengan pendapatnya, segera saja ia menuduh mereka telah melakukan bid'ah, sesat, meremehkan agama, dan sebagainya. Bahkan, misalnya, sampai-sampai ia melarang orang-orang lain melakukan amal yang caranya lain walau mereka punya dalil tersendiri. Ia menjadikan dirinya sebagai "Yang Maha Tahu", terlalu yakin bahwa pasti pandangan dirinyalah satu-satunya yang benar, sedangkan pandangan yang lain pasti salah. Padahal, Allah Swt berfirman: "Janganlah kamu menganggap diri kamu suci; Dia lebih tahu siapa yang memelihara diri dari kejahatan." (an-Najm [53]: 32)
Muslim yang sok tahu cenderung menganggap kesalahan kecil sebagai dosa besar dan menjadikan dosa itu identik dengan kesesatan dan kekafiran! Lalu atas dasar itu dengan gampangnya ia mengeluarkan 'vonis hukuman mati'. Padahal, dalam sebuah hadits shahih dari Usamah bin Zaid dikabarkan, "Barangsiapa mengucapkan laa ilaaha illallaah, maka ia telah Islam dan terpelihara jiwa dan hartanya. Andaikan ia mengucapkannya lantaran takut atau hendak berlindung dari tajamnya pedang, maka hak perhitungannya ada pada Allah. Sedang bagi kita cukuplah dengan yang lahiriah."
5. Menutup Telinga dan Membuang Muka Bila Mendengar Pendapat Lain Orang yang sok tahu tidak memberi peluang untuk berdiskusi dengan orang lain. Kalau toh ia memasuki forum diskusi di suatu situs, misalnya, ia melakukannya bukan untuk mempertimbangkan pendapat yang berbeda dengan pandangan yang selama ini ia anut, melainkan untuk mengumandangkan pendapatnya sendiri. Ia hanya melihat selayang pandang gagasan orang-orang lain, lalu menyerang mereka bila berlainan dengannya. Ia tidak mau tahu bagaimana mereka berhujjah (berargumentasi).
Di samping itu, orang yang sok tahu itu bersikap fanatik pada pendapat golongannya sendiri. Seolah-olah ia berseru, "Adalah hak kami untuk berbicara dan adalah kewajiban kalian untuk mendengarkan. Hak kami menetapkan, kewajiban kalian mengikuti kami. Pendapat kami semuanya benar, pendapat kalian banyak salahnya." Orang yang terlalu fanatik itu tidak mengakui jalan tengah. Ia menyalahgunakan aksioma, "Yang haq adalah haq, yang bathil adalah bathil."
6. Suka Menyatakan Pendapat Tanpa Dasar Yang Kuat Muslim yang sok tahu gemar menyampaikan pendapatnya dengan mengatasnamakan Islam tanpa memeriksa kuat-lemahnya dasar-dasarnya. Ia suka berkata, "Menurut Islam begini.... Islam sudah jelas melarang begitu...." dan sebagainya, padahal yang ia ucapkan sesungguhnya hanyalah, "Menurut saya begini.... Saya melarang keras engkau begitu...." dan seterusnya. Kalau toh ia berkata, "Menurut saya bla bla bla....", ia hanya mengemukakan opini pribadinya belaka tanpa disertai dalil yang kuat, baik dalil naqli maupun aqli.
7. Suka Berdebat Kusir Jika pendapatnya dikritik orang lain, orang yang sok tahu itu berusaha keras mempertahankan pandangannya dan balas menyerang balik pengkritiknya. Ia enggan mencari celah-celah kelemahan di dalam pendapatnya sendiri ataupun sisi-sisi kelebihan lawan diskusinya. Sebaliknya, ia tekun mencari-cari kekurangan lawan debatnya dan menonjol-nonjolkan kekuatan pendapatnya. Dengan kata lain, setiap berdiskusi ia bertujuan memenangkan perdebatan, bukan mencari kebenaran.
Demikianlah beberapa ciri orang yang sok tahu menurut surat al-'Alaq dalam pemahamanku. Dengan mengenali ciri-ciri tersebut, semoga kita masing-masing dapat melakukan introspeksi dan memperbaiki diri sehingga kita tidak menjadi orang yang sok tahu.(Amin)
sumber : dari salah satu milist
|
|
|
| |
| TahajudKu..... |
| 02.22.04 (10:25 pm) [edit] |
Dari email seorang sahabat smoga bisa sebagai bahan renungan buat kita..tanpa disadari ini semua pernah dilakukan ..Jazakillah khoir jaza` buat sobat yg selalu mengingatkan ana khususnya .
Dalam 7 Hari Yang Telah Lalu Dan Mungkin AkanTerulang
Hari per-1, tahajudku tetinggal Dan aku begitu sibuk akan duniaku Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara tv selesai
Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama
Hari ke-3 aku lalai lagi akan tahujudku Temanku memberi hadiah novel yang lebih dr 200 hlmn Dalam waktu tidak 1 hari aku telah selesai membacanya Tapi... enggan sekali aku membaca Al-qur'an walau cuma 1 juzz Al-qur'an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata Tapi... ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan lancarnya aku menceritakan
Hari ke-4 kembali aku lalai lagi akan tahajudku Sorenya aku datang ke Mushola dengan niat mengaji Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan Kubiarkan ustadzku yang sedang mengajarkan lebih luas tentang agamaku Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman yg ada disampig kiri &kananku Padahal ba'da magrib tadi betapa sulitnya aku merangkai Kata-kata untuk kupanjatkan saat berdoa
Hari ke-5 kembali aku lupa akan tahajudku Kupilih shaf paling belakang dan aku mengeluh saat imam sholat kelamaan bacaannya Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa nikmat,serunya saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam
Hari ke-6 aku semakin lupa akan tahajudku Kuhabiskan waktu di mall & bioskop bersama teman2ku Demi memuaskan nafsu mata & perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar Aku lupa .. waktu diperempatan lampu merah tadi Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh
Hari ke-7 bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal Aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga Aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya & malam tadi dia dengan misscallnya mengingat aku ttg tahajud kematian kenapa aku baru gemetar mendengarnya? Padahal dari dulu sayap2nya selalu mengelilingiku dan Dia bisa hinggap kapanpun dia mau
abad lebih aku lalai.... Dari hari ke hari, bulan dan tahun Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunnah Kurang mensyukuri walaupun KAU tak pernah meminta Berkata kuno akan nasehat ke-2 orang tuaku Padahal keringat & airmatanya telah terlanjur menetes demi aku
Tuhan andai ini merupakan satu titik hidayah Walaupun imanku belum seujung kuku hitam Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas Saat aku melipat sajadahku..... Bila di dunia ada syurga, maka itulah kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Bila di dunia ada neraka, maka itulah kehidupan rumah tangga yang tak selaras& jauh dari agama. Bahagialah mereka yang diamnya berfikir, Memandangnya mengambil pelajaran, Mendengarnya mengambil hikmah, dan Dalam tindakannya mengenal indahnya ajaran Islam.
|
|
|
| |
| Penantian....... |
| 02.10.04 (9:57 pm) [edit] |
Saat itu.... kapankah tiba padaku.... Saat seseorang datang membawa cintanya karena-Mu padaku....? Berikrar satu dalam berjihad di jalan-Mu.... Mendengungkan kalimat-Mu dalam keharmonian cinta-Mu...... Melewati liku kehidupan berbungkus peluh usaha dan tawakal pada-Mu...
Ya Rabbi,... Sesaat ku tersadar.... Dalam penantianku.... Kini dan kapanpun cinta-Mu akan selalu menemaniku...... di kala sedih, senang, gelisah, bahkan takut sekalipun ... tiada yang bisa menandingi kelezatan cinta-Mu yang mendamaikan hatiku... tiada pula bisa menandingi kedamaian kasih-Mu yang menyejukkan batinku... ingin kurangkul penuh cinta-Mu dengan penuh harapan... harapan akan pelukan kasih dekap hangat-Mu... Yang tiada menolak siapapun yang mengatakan: "Aku mencintai-Mu ya Rabbi,... maka cintailah hamba-Mu yang hina ini,.. yang tak kan putus mengemis cinta-Mu di emperan asa ......"
Ya Rabbi..... pertemukanlah diriku pd seseorang yg bener2 mencintai karena-Mu serta mengharap ke ridhoan-MU (amin).
NB: Masa penantian ingin menyegerakan ..smoga Allah memberikan kemudahan (amin) termasuk yg nulis :)
|
|
|
| |
| Serunya jadi “ibu” dadakan. |
| 02.06.04 (11:04 pm) [edit] |
Lebaran yg lalu aku harus menjadi ibu bagi dua ponakanku yang masih dlm tahap aktiv nya si kecil Alvin yg berumur 2,5 thn dan kakaknya Intan berumur 4 tahun. Ibunya pulang ke rumah neneknya yg sakit yah dengan terpaksa mereka harus ditinggalkan. Sebenarnya mereka punya seorang khadimat tapi berhubung lebaran pada mudik J . Siang itu kuberfikir kalo menghadapi mereka tidak ada masalah ,kerena selama ini mereka juga dekat denganku bila sepulang kerja selalu disambut mereka berdua dengan senyuman atau candaan yg ujung2nya minta dibeliin sesuatu J apalagi kalo bukan coklat atau permen . Kemudian dimulai juga peranku sebagai “ibu dadakan “ hari itu .Mulanya semua berjalan lancar-lancar aja , Alvin bermain dengan kakaknya bongkar pasang buat rumah2an sambil kutemani diiringi dengan cerita2 yg lucu dengan memainkan sebuah boneka yg kugerak2kan dengan tangan..sampai mereka tertawa dengan lucunya (hatiku berkata )..duh seneng sekali bila bermain bersama buah hati tercinta. Setelah lelah bermain mulailah timbul masalah sikecil mulai ngantuk dan mulai rewel minta buatkan susu tapi kakaknya ngak boleh dibuatkan khusus buat dia saja, yach aku harus bersabar membujuk mereka agar bisa sama2 bisa minum susu bareng ternyata bujuk anak2 repot juga yach kesabaran diutamakan dr kecil harus memberikan pengertian tentang kasih sayang buat sesamanya J Kelelahan mulai timbul pada diriku ,terfikir olehku setelah minum susu meraka akan tidur dengan lelapnya .Tapi ternyata mereka tidak ingin tidur dan tetap ingin bermain dan mengajakku pergi membawa mereka keluar rumah dengan sedikit kelelahan kuturuti kemauan mereka asal tidak menagis inget ibunya. Sepulang berjalan-jalan adiknya Alvin tertidur dengan nyenyaknya, akhirnya hatiku berkata mungkin bisa sesaat untuk merebahkan badan kerena intan sudah agak besar jadi bisa kutinggalkan seorang diri sambil memberikanya makanan ringan didepan tv, setelah beberapa saat intan memanggilku “ bundaaaaaa dengan teriakan yg kuat.” sambil tergopoh2 kuberlari takut ada apa2 yg terjadi dgn dirinya…ku tanyakan pdnya krn dia seperti ketakutan Ya Allah ternyata hanya seekor kecoak yg mendekati makanannya .. sambil berkata pada dirinya kusampaikan kalo teriakkannya bisa mengejutkan semua orang bisa2 pingsan deh yg denger (maklum teriakan orang batak :P ). Sampai akhirnya adiknya terbangun sambil menangis kerena ngak nyaman tidurnya ..eh malah keduanya nangis inget mamanya . Untuk mendiamkannya kubujuk mereka dengan memberika uang logam nanti setelah makan malam beli permen kataku. .. akupun pergi kebelakang untuk mengambilkan makan malam ..baru saja kuambil piring eh intan sudah teriak lagi..yach aku berfikir mungkin ada kecoak lagi..jadi tidak begitu menghiraukan teriaknnya dengan santainya aku ambil makanan , saat aku menghampiri mereka eh intan langsung bilang adek Alvin duitnya dimakan ..Seketika itu tubuhku lemas tidak bertulang Ya Allah harus bagaimana nih pada siapa minta bantuan sementara orang dirumah tidak ada tetangga pada tidak dirumahnya , saat aku mondar mandir bingung apa yg akan kulakukan dengan lugunya intan langsung bilang ama aku “bunda belah aja perutnya khan tingal diambil” dia kira sama seperti membelah ikan yg tinggal ambil isi perutnyaJ.Tapi pikir panjang lagi kumasukan tanganku kedalam mulutnya biar dia bisa memuntahkan uang itu namun tidak berhasil juga , sampai akhirnya kakaknya tanpa sengaja memukul pungung adiknya., .Dan Alhamduliah akhirnya duit logam itu keluar lega rasanya.. (Ya Allah segini repotnya masih 2 belom 6 yah :P) Kemudian barulah mereka ku berikan makan malam sambil kunasehatin agar mana yg boleh dimakan dan mana yg tidak boleh dimakan , sampai akhirnya kuhidupkan kaset agar aku bisa meninggalkan mereka untuk makan malam. Belum sempat aku memasukkan makanan kedalam mulutku, adiknya langsung bilang “bunda mau buang air besar…Masya Allah pengen nagis rasanya langsung terbayang pada ibuku wah ternyata begini repotnya ngurus aku waktu kecil tidak ada waktu untuk makan J setelah kubersihkan Alvin barulah aku memulai untuk makan kembali,..baru saja 2 sendok yg masuk ke dalam mulutku..sikakak intan teriakkk kembalii..”bundaaaaaa” mau buang air besar juga…… J Duh..ternyata serunya sehari menjadi ibu dadakan..bisa mengenang kembali masa kecil kita ketika diasuh ibu yg masih kecil2nya..tanpa mengenal waktu . Sudahkah kita berikan kasih sayang pdnya?????
Uhibbuki Ya Ummi.
|
|
|
| |
| Jalin Hati Sebelum terlambat |
| 01.15.04 (9:38 pm) [edit] |
Menurut Alquran,orang beriman itu bersaudara.Mereka diperintahkan untuk saling bantu membantu ,saling menolong dan saling menguatkan satu ama lain. Kata Nabi kita laksana satu tubuh yang akan saling merasakan susah atau bersenang bersama2.Bahkan dikatakan beliau dalam hadist lain ,[u]belum sempurna keimanan seseorang sampai ia dapat mencintau saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri[/u].
Pada masa Rasulullah,praktis persaudaraan (ukhuwah)antar mukmin terlihat jelas dalam kehidupan mereka sehari-hari .Dikisahkan bagaimana mereka saling membayari hutang saling menutupi aib dan kekurangan ,saling mencukupi kebutuhan dan saling mendahulukan kepentingan sesamanya, bahkan pada situasi yg amat genting sekalipun.Sebagaimana terjadi pada akhir sebuah peperangan ,dimana prajurit muslim yg terluka parah amat kehausan saling menolak air yg disodorkan kerena mendengar erangan kehausan dari prajurit lain disisinya.Sungguh prinsip kebersamaan yg mereka kembangkan adalah Satu untuk semua dan semua untuk satu . Sudahkan kita bisa melakukan seperti ini????
Mengapa mereka bisa mencapai tingkat ukhuwah yg begitu Tinggi dan suci? Kuncinya adalah Hati. Para sahabat adalah orang2 berhati bersih yg tidak rela mengotori kesuciannya dengan hal-hal buruk.Bagi mereka kesuksesan ,kebahagian dan kemenangan saudaranya adalah miliknya juga,sehingga tak tersedia celah utk berprasangka,dengki apalagi dendam.Sebaliknya kesusahan, kesulitan dan kesengsaraan saudaranya adalah bagiannya juga sehingga muncul dorongan kuat untuk membantu meringankan penderitaan saudaranya.Inilah yang kemudian dikenal sebagai kemampuan berempati . Semakin Tinggi tingkat kemampuan empati seseorang semakin pandai menjalin hati dengan saudaranya. Para sahabat juga saling memahami kedudukan mereka didalam hati masing2Mereka tahu dengan sebenarnya bukan cuma Ge-er sebab Rasulullah memang menganjurkan mereka untuk saling mengutarakan rasa cinta..bahwa kedudukan mereka amat mulia didalam hati saudaranya. Oleh sebab itu mereka saling menjaga ucapan tindakan atau prilaku agar tidak saling menyakiti.Mereka selalu berfikir bagaimana bisa menyenangkan dan membahagiakan org lain dengan tindakan dan prilakunya,Namun mereka juga menyadari bahwa perbedaan pendapat dan persingungan perasaan hal yg lumrah selama tidak mnggeser kedudukan seseorang dalam hati saudaranya.dan sepanjang sebab syar`i yg memutuskan ikatan ukhuwah tersebut. Bagaiamana realisasi ukhuwah saat ini?? Tampaknya kita harus belajar mengeja maknanya sepenuh hati.Kita masih belum pandai saling menjaga sikap sehingga kadang saling menyakiti,kita juga belom pandai menata hati sehingga sedikit saja tersingung dalam interkasi sosial membuat kita saling menyimpan rasa .Kita belom saling berempati sehingga tidak tahu atau tidak peduli dengan keadaan yang lain.Masih harus belajar saling menunjukkan simpati dan menunjukakn cinta pada saudara kita . Belum ada kata terlambat untuk merubah suatu keadaan yg lebih baik ..sebelum kita pergi meninggalkan dunia ini, mari tunjukkan bahwa kita berempati pada saudara kita, hati kita ada padanya, dan kita mencintai kerena Allah.
Uhibbuki fillah Coz Allah .
|
|
|
| |
|
|