 Blog For Free!
Archives
Home
2005 December
2005 November
2005 September
2005 July
2005 June
2005 April
2004 December
2004 October
2004 September
2004 August
2004 July
2004 June
2004 April
2004 March
2004 February
2004 January
My Links
Download Mp3 Murottal
Assunnah
Jilbab.or.id
Islamhouse
Eramuslim
Situs-situs islami
Senyumlah.com
blog Angrek bulan
blog Nurusat
blog Drajattop
blog Andhiena`imut
blognya Ardin
blog Kean
blog fauzan
Icha
tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images
Sponsored
Blog
Senyum sedekah yg paling mudah dan termurah knp kita tidak mencoba selalu tersenyum setiap saat :) tp ingat jgn senyum sendiri yah..:P
|
| 7 Ciri 'Sok Tahu |
| 02.25.04 (7:28 pm) [edit] |
7 Ciri 'Sok Tahu'
'Sok tahu' pada dasarnya adalah "merasa sudah cukup berpengetahuan" padahal sebenarnya kurang tahu. Masalahnya, orang yang sok tahu biasanya tidak menyadarinya. Lantas, bagaimana kita tahu bahwa kita 'sok tahu'? Mari kita mengambil hikmah dari Al-Qur'an. Ada beberapa ciri 'sok tahu' yang bisa kita dapatkan bila kita menggunakan perspektif surat al-'Alaq.
1. Enggan Membaca Ketika disuruh malaikat Jibril, "Bacalah!", Rasulullah Saw. menjawab, "Aku tidak bisa membaca." Lalu malaikat Jibril menyampaikan lima ayat pertama yang memotivasi beliau untuk optimis. Adapun orang yang 'sok tahu' pesimis akan kemampuannya. Sebelum berusaha semaksimal mungkin, ia lebih dulu berdalih, "Ngapain baca-baca teori. Mahamin aja sulitnya minta ampun. Yang penting prakteknya 'kan?" Padahal, Allah pencipta kita itu Maha Pemurah. Ia mengajarkan kepada kita apa saja yang tidak kita ketahui.
Disisi lain, ada pula orang Islam yang terlalu optimis dengan pengetahuannya, sehingga enggan memperdalam. Katanya, misalnya, "Ngapain baca-baca Qur'an lagi. Toh udah khatam 7 kali. Mending buat kegiatan lain aja." Padahal, Al-Qur'an adalah sumber dari segala sumber ilmu, sumber 'cahaya' yang tiada habis-habisnya menerangi kehidupan dunia. Katanya, misalnya lagi, "Ngapain belajar ilmu agama lagi, toh sejak SD hingga tamat kuliah udah diajarin terus." Padahal, 'ilmu agama' adalah ilmu kehidupan dunia-akhirat.
2. Enggan Menulis Orang yang sok tahu terlalu mengandalkan kemampuannya dalam mengingat-ingat dan menghafal pengetahuan atau ilmu yang diperolehnya. Ia enggan mencatat. "Ngerepotin," katanya. Seolah-olah, otaknya adalah almari baja yang isinya takkan hilang. Padahal, sifat lupa merupakan bagian dari ciri manusia. Orang yang sok tahu enggan mencatat setiap membaca, menyimak khutbah, kuliah, ceramah, dan sebagainya. Padahal, Allah telah mengajarkan penggunaan pena kepada manusia.
Di sisi lain, ada pula orang yang kurang mampu menghafal dan mengingat-ingat pengetahuan yang diperolehnya, tapi ia merasa terlalu bodoh untuk mampu menulis. "Susah," katanya. Padahal, merasa terlalu bodoh itu jangan-jangan pertanda kemalasan. Emang sih, kalo nulis buat orang lain, kita perlu ketrampilan tersendiri. Tapi, bila nulis buat diri sendiri, bukankah kita gak bakal kesulitan nulis 'sesuka hati'? Apa susahnya nulis di buku harian, misalnya, "Tentang ciri sok tahu, lihat al-'Alaq!"?
3. Membanggakan Keluasan Pengetahuan Orang yang sok tahu membanggakan kepintarannya dengan memamerkan betapa ia banyak membaca, banyak menulis, banyak mendengar, banyak berceramah, dan sebagainya tanpa menyadari bahwa pengetahuan yang ia peroleh itu semuanya berasal dari Allah. Ia mengira, prestasi yang berupa luasnya pengetahuannya ia peroleh berkat kerja kerasnya saja. Padahal, terwujudnya pengetahuan itu pun semuanya atas kehendak-Allah.
Mungkin ia suka meminjam atau membeli buku sebanyak-banyaknya, tetapi membacanya hanya sepintas lalu atau malah hanya memajangnya. Ia merasa punya cukup banyak wawasan tentang banyak hal. Ia tidak merasa terdorong untuk menjadi ahli di bidang tertentu. Kalau ia menjadi muballigh 'tukang fatwa', semua pertanyaan ia jawab sendiri langsung walau di luar keahliannya. Ia mungkin bisa menulis atau berbicara sebanyak-banyaknya di banyak bidang, tetapi kurang memperhitungkan kualitasnya.
4. Merendahkan Orang Lain Yang Tidak Sepaham Bagi orang Islam yang sok tahu, siapa saja yang bertentangan dengan pendapatnya, segera saja ia menuduh mereka telah melakukan bid'ah, sesat, meremehkan agama, dan sebagainya. Bahkan, misalnya, sampai-sampai ia melarang orang-orang lain melakukan amal yang caranya lain walau mereka punya dalil tersendiri. Ia menjadikan dirinya sebagai "Yang Maha Tahu", terlalu yakin bahwa pasti pandangan dirinyalah satu-satunya yang benar, sedangkan pandangan yang lain pasti salah. Padahal, Allah Swt berfirman: "Janganlah kamu menganggap diri kamu suci; Dia lebih tahu siapa yang memelihara diri dari kejahatan." (an-Najm [53]: 32)
Muslim yang sok tahu cenderung menganggap kesalahan kecil sebagai dosa besar dan menjadikan dosa itu identik dengan kesesatan dan kekafiran! Lalu atas dasar itu dengan gampangnya ia mengeluarkan 'vonis hukuman mati'. Padahal, dalam sebuah hadits shahih dari Usamah bin Zaid dikabarkan, "Barangsiapa mengucapkan laa ilaaha illallaah, maka ia telah Islam dan terpelihara jiwa dan hartanya. Andaikan ia mengucapkannya lantaran takut atau hendak berlindung dari tajamnya pedang, maka hak perhitungannya ada pada Allah. Sedang bagi kita cukuplah dengan yang lahiriah."
5. Menutup Telinga dan Membuang Muka Bila Mendengar Pendapat Lain Orang yang sok tahu tidak memberi peluang untuk berdiskusi dengan orang lain. Kalau toh ia memasuki forum diskusi di suatu situs, misalnya, ia melakukannya bukan untuk mempertimbangkan pendapat yang berbeda dengan pandangan yang selama ini ia anut, melainkan untuk mengumandangkan pendapatnya sendiri. Ia hanya melihat selayang pandang gagasan orang-orang lain, lalu menyerang mereka bila berlainan dengannya. Ia tidak mau tahu bagaimana mereka berhujjah (berargumentasi).
Di samping itu, orang yang sok tahu itu bersikap fanatik pada pendapat golongannya sendiri. Seolah-olah ia berseru, "Adalah hak kami untuk berbicara dan adalah kewajiban kalian untuk mendengarkan. Hak kami menetapkan, kewajiban kalian mengikuti kami. Pendapat kami semuanya benar, pendapat kalian banyak salahnya." Orang yang terlalu fanatik itu tidak mengakui jalan tengah. Ia menyalahgunakan aksioma, "Yang haq adalah haq, yang bathil adalah bathil."
6. Suka Menyatakan Pendapat Tanpa Dasar Yang Kuat Muslim yang sok tahu gemar menyampaikan pendapatnya dengan mengatasnamakan Islam tanpa memeriksa kuat-lemahnya dasar-dasarnya. Ia suka berkata, "Menurut Islam begini.... Islam sudah jelas melarang begitu...." dan sebagainya, padahal yang ia ucapkan sesungguhnya hanyalah, "Menurut saya begini.... Saya melarang keras engkau begitu...." dan seterusnya. Kalau toh ia berkata, "Menurut saya bla bla bla....", ia hanya mengemukakan opini pribadinya belaka tanpa disertai dalil yang kuat, baik dalil naqli maupun aqli.
7. Suka Berdebat Kusir Jika pendapatnya dikritik orang lain, orang yang sok tahu itu berusaha keras mempertahankan pandangannya dan balas menyerang balik pengkritiknya. Ia enggan mencari celah-celah kelemahan di dalam pendapatnya sendiri ataupun sisi-sisi kelebihan lawan diskusinya. Sebaliknya, ia tekun mencari-cari kekurangan lawan debatnya dan menonjol-nonjolkan kekuatan pendapatnya. Dengan kata lain, setiap berdiskusi ia bertujuan memenangkan perdebatan, bukan mencari kebenaran.
Demikianlah beberapa ciri orang yang sok tahu menurut surat al-'Alaq dalam pemahamanku. Dengan mengenali ciri-ciri tersebut, semoga kita masing-masing dapat melakukan introspeksi dan memperbaiki diri sehingga kita tidak menjadi orang yang sok tahu.(Amin)
sumber : dari salah satu milist
|
|
|
| |
| TahajudKu..... |
| 02.22.04 (10:25 pm) [edit] |
Dari email seorang sahabat smoga bisa sebagai bahan renungan buat kita..tanpa disadari ini semua pernah dilakukan ..Jazakillah khoir jaza` buat sobat yg selalu mengingatkan ana khususnya .
Dalam 7 Hari Yang Telah Lalu Dan Mungkin AkanTerulang
Hari per-1, tahajudku tetinggal Dan aku begitu sibuk akan duniaku Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara tv selesai
Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama
Hari ke-3 aku lalai lagi akan tahujudku Temanku memberi hadiah novel yang lebih dr 200 hlmn Dalam waktu tidak 1 hari aku telah selesai membacanya Tapi... enggan sekali aku membaca Al-qur'an walau cuma 1 juzz Al-qur'an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata Tapi... ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan lancarnya aku menceritakan
Hari ke-4 kembali aku lalai lagi akan tahajudku Sorenya aku datang ke Mushola dengan niat mengaji Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan Kubiarkan ustadzku yang sedang mengajarkan lebih luas tentang agamaku Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman yg ada disampig kiri &kananku Padahal ba'da magrib tadi betapa sulitnya aku merangkai Kata-kata untuk kupanjatkan saat berdoa
Hari ke-5 kembali aku lupa akan tahajudku Kupilih shaf paling belakang dan aku mengeluh saat imam sholat kelamaan bacaannya Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa nikmat,serunya saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam
Hari ke-6 aku semakin lupa akan tahajudku Kuhabiskan waktu di mall & bioskop bersama teman2ku Demi memuaskan nafsu mata & perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar Aku lupa .. waktu diperempatan lampu merah tadi Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh
Hari ke-7 bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal Aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga Aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya & ¾ malam tadi dia dengan misscallnya mengingat aku ttg tahajud kematian kenapa aku baru gemetar mendengarnya? Padahal dari dulu sayap2nya selalu mengelilingiku dan Dia bisa hinggap kapanpun dia mau
¼ abad lebih aku lalai.... Dari hari ke hari, bulan dan tahun Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunnah Kurang mensyukuri walaupun KAU tak pernah meminta Berkata kuno akan nasehat ke-2 orang tuaku Padahal keringat & airmatanya telah terlanjur menetes demi aku
Tuhan andai ini merupakan satu titik hidayah Walaupun imanku belum seujung kuku hitam Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas Saat aku melipat sajadahku..... Bila di dunia ada syurga, maka itulah kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Bila di dunia ada neraka, maka itulah kehidupan rumah tangga yang tak selaras& jauh dari agama. Bahagialah mereka yang diamnya berfikir, Memandangnya mengambil pelajaran, Mendengarnya mengambil hikmah, dan Dalam tindakannya mengenal indahnya ajaran Islam.
|
|
|
| |
| Penantian....... |
| 02.10.04 (9:57 pm) [edit] |
Saat itu.... kapankah tiba padaku.... Saat seseorang datang membawa cintanya karena-Mu padaku....? Berikrar satu dalam berjihad di jalan-Mu.... Mendengungkan kalimat-Mu dalam keharmonian cinta-Mu...... Melewati liku kehidupan berbungkus peluh usaha dan tawakal pada-Mu...
Ya Rabbi,... Sesaat ku tersadar.... Dalam penantianku.... Kini dan kapanpun cinta-Mu akan selalu menemaniku...... di kala sedih, senang, gelisah, bahkan takut sekalipun ... tiada yang bisa menandingi kelezatan cinta-Mu yang mendamaikan hatiku... tiada pula bisa menandingi kedamaian kasih-Mu yang menyejukkan batinku... ingin kurangkul penuh cinta-Mu dengan penuh harapan... harapan akan pelukan kasih dekap hangat-Mu... Yang tiada menolak siapapun yang mengatakan: "Aku mencintai-Mu ya Rabbi,... maka cintailah hamba-Mu yang hina ini,.. yang tak kan putus mengemis cinta-Mu di emperan asa ......"
Ya Rabbi..... pertemukanlah diriku pd seseorang yg bener2 mencintai karena-Mu serta mengharap ke ridhoan-MU (amin).
NB: Masa penantian ingin menyegerakan ..smoga Allah memberikan kemudahan (amin) termasuk yg nulis :)
|
|
|
| |
| Serunya jadi “ibu” dadakan. |
| 02.06.04 (11:04 pm) [edit] |
Lebaran yg lalu aku harus menjadi ibu bagi dua ponakanku yang masih dlm tahap aktiv nya si kecil Alvin yg berumur 2,5 thn dan kakaknya Intan berumur 4 tahun. Ibunya pulang ke rumah neneknya yg sakit yah dengan terpaksa mereka harus ditinggalkan. Sebenarnya mereka punya seorang khadimat tapi berhubung lebaran pada mudik J . Siang itu kuberfikir kalo menghadapi mereka tidak ada masalah ,kerena selama ini mereka juga dekat denganku bila sepulang kerja selalu disambut mereka berdua dengan senyuman atau candaan yg ujung2nya minta dibeliin sesuatu J apalagi kalo bukan coklat atau permen . Kemudian dimulai juga peranku sebagai “ibu dadakan “ hari itu .Mulanya semua berjalan lancar-lancar aja , Alvin bermain dengan kakaknya bongkar pasang buat rumah2an sambil kutemani diiringi dengan cerita2 yg lucu dengan memainkan sebuah boneka yg kugerak2kan dengan tangan..sampai mereka tertawa dengan lucunya (hatiku berkata )..duh seneng sekali bila bermain bersama buah hati tercinta. Setelah lelah bermain mulailah timbul masalah sikecil mulai ngantuk dan mulai rewel minta buatkan susu tapi kakaknya ngak boleh dibuatkan khusus buat dia saja, yach aku harus bersabar membujuk mereka agar bisa sama2 bisa minum susu bareng ternyata bujuk anak2 repot juga yach kesabaran diutamakan dr kecil harus memberikan pengertian tentang kasih sayang buat sesamanya J Kelelahan mulai timbul pada diriku ,terfikir olehku setelah minum susu meraka akan tidur dengan lelapnya .Tapi ternyata mereka tidak ingin tidur dan tetap ingin bermain dan mengajakku pergi membawa mereka keluar rumah dengan sedikit kelelahan kuturuti kemauan mereka asal tidak menagis inget ibunya. Sepulang berjalan-jalan adiknya Alvin tertidur dengan nyenyaknya, akhirnya hatiku berkata mungkin bisa sesaat untuk merebahkan badan kerena intan sudah agak besar jadi bisa kutinggalkan seorang diri sambil memberikanya makanan ringan didepan tv, setelah beberapa saat intan memanggilku “ bundaaaaaa dengan teriakan yg kuat.” sambil tergopoh2 kuberlari takut ada apa2 yg terjadi dgn dirinya…ku tanyakan pdnya krn dia seperti ketakutan Ya Allah ternyata hanya seekor kecoak yg mendekati makanannya .. sambil berkata pada dirinya kusampaikan kalo teriakkannya bisa mengejutkan semua orang bisa2 pingsan deh yg denger (maklum teriakan orang batak :P ). Sampai akhirnya adiknya terbangun sambil menangis kerena ngak nyaman tidurnya ..eh malah keduanya nangis inget mamanya . Untuk mendiamkannya kubujuk mereka dengan memberika uang logam nanti setelah makan malam beli permen kataku. .. akupun pergi kebelakang untuk mengambilkan makan malam ..baru saja kuambil piring eh intan sudah teriak lagi..yach aku berfikir mungkin ada kecoak lagi..jadi tidak begitu menghiraukan teriaknnya dengan santainya aku ambil makanan , saat aku menghampiri mereka eh intan langsung bilang adek Alvin duitnya dimakan ..Seketika itu tubuhku lemas tidak bertulang Ya Allah harus bagaimana nih pada siapa minta bantuan sementara orang dirumah tidak ada tetangga pada tidak dirumahnya , saat aku mondar mandir bingung apa yg akan kulakukan dengan lugunya intan langsung bilang ama aku “bunda belah aja perutnya khan tingal diambil” dia kira sama seperti membelah ikan yg tinggal ambil isi perutnyaJ.Tapi pikir panjang lagi kumasukan tanganku kedalam mulutnya biar dia bisa memuntahkan uang itu namun tidak berhasil juga , sampai akhirnya kakaknya tanpa sengaja memukul pungung adiknya., .Dan Alhamduliah akhirnya duit logam itu keluar lega rasanya.. (Ya Allah segini repotnya masih 2 belom 6 yah :P) Kemudian barulah mereka ku berikan makan malam sambil kunasehatin agar mana yg boleh dimakan dan mana yg tidak boleh dimakan , sampai akhirnya kuhidupkan kaset agar aku bisa meninggalkan mereka untuk makan malam. Belum sempat aku memasukkan makanan kedalam mulutku, adiknya langsung bilang “bunda mau buang air besar…Masya Allah pengen nagis rasanya langsung terbayang pada ibuku wah ternyata begini repotnya ngurus aku waktu kecil tidak ada waktu untuk makan J setelah kubersihkan Alvin barulah aku memulai untuk makan kembali,..baru saja 2 sendok yg masuk ke dalam mulutku..sikakak intan teriakkk kembalii..”bundaaaaaa” mau buang air besar juga…… J Duh..ternyata serunya sehari menjadi ibu dadakan..bisa mengenang kembali masa kecil kita ketika diasuh ibu yg masih kecil2nya..tanpa mengenal waktu . Sudahkah kita berikan kasih sayang pdnya?????
Uhibbuki Ya Ummi.
|
|
|
| |
|
|