 Blog For Free!
Archives
Home
2005 December
2005 November
2005 September
2005 July
2005 June
2005 April
2004 December
2004 October
2004 September
2004 August
2004 July
2004 June
2004 April
2004 March
2004 February
2004 January
My Links
Download Mp3 Murottal
Assunnah
Jilbab.or.id
Islamhouse
Eramuslim
Situs-situs islami
Senyumlah.com
blog Angrek bulan
blog Nurusat
blog Drajattop
blog Andhiena`imut
blognya Ardin
blog Kean
blog fauzan
Icha
tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images
Sponsored
Blog
Senyum sedekah yg paling mudah dan termurah knp kita tidak mencoba selalu tersenyum setiap saat :) tp ingat jgn senyum sendiri yah..:P
|
| Jadikan diri seperti Fatimah Azzahra ..bisakah?? |
| 03.11.04 (8:22 pm) [edit] |
Imam Nawawi pernah memuliakan keagungan Fathimah Az-Zahra ketika berbicara masalah hak dan kewajiban suami istri bersama Rosulullah.
Nabi SAW bersabda kepada putrinya. Hai Fathimah, setiap istri yang membuatkan tepung untuk suami dan anak2nya, maka Allah mencatat baginya memperoleh kebajikan drai setiap butir biji yang tergiling dan menghapus keburukannya serta meninggukan derajatnya.
Hai Fathimah, setiap istri yang berkeringat di sisi alat penggilingnya karena membuatkan bahan makanan untuk suaminya, maka Allah memisahkan antara dirinya dan neraka sejauh tujuh hasta.
Hai Fathimah, setiap istri yang meminyaki rambut anak - anak nya dan menyisirkan rambut mereka dan mencucikan baju mereka, maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala spt pahala orang yang memberi makan 1000 orang yang sedang kelaparan dan spt pahala orang yg memberi pakaian 1000 orang yg telanjang.
Hai Fathimah, setiap istri yang mencegah kebutuhan tetangganya, maka Allah kelak akan mencegahnya (tidak memberi kesempatan baginya) untuk minum air dari telaga Kautsar pd hari kiamat.
Hai Fathimah, tetapi yg lebih utama dari semua itu adalah keridlaan suami thd istrinya. Sekiranya suamimu tidak meridlaimu, tentu aku tidak akan mendoakan dirimu.
Bukankah engkau mengerti, hai Fathimah bahwa ridla suami itu menjadi bagian dari ridla Allah, dan kebencian suami itu merupakan bagian dari kebencian Allah.
Hai Fathimah, manakala seorang istri mengandung maka para malaikat memohon ampun untuknya dan setiap hari dirinya dicatat memperoleh 1000 kebajikan dan 1000 keburukannya dihapur. Apabila telah mencapi rasa sakit (menjelang melahirkan) maka Allah memcatatkan untuknya memperoleh pahala spt pahala orang - orang yg berjihad di jalan Allah. Apabila ia telah melahirkan, dirinya terbebas dari segala dosa spt keadaannya setelah dilahirkan ibunya.
Hai Fathimah, setiap istri yang melayani suaminya dengan niat yg benar, maka dirinya terbebas dari dosa2nya spt pd hari dirinya dilahirkan ibunya. Ia tidak keluar daru dunia (yakni mati) kecuali tanpa membawa dosa. Ia menjumpai kuburnya sebagai pertamanan surga. Allah memberinya pahala spt 1000 orang yg berhaji dan berumrah dan 1000 malaikat memohonkan ampunan untuknya hingga kiamat.
Setiap istri yang melayani suaminya sepanjang hari dan malam hari disertai hati yang baik, ikhlas, dan niat yang benar, maka Allah mengampuni dosanya. Pada hari kiamat kelak, dirinya diberi pakaian berwarna hijau dan dicatatkannya untuknya pd setiap rambut yang ada di tuibuhnya dengan 1000 kebajikak dan Allah memberi pahala kpdnya sebanyak 100 pahala orang yang berhaji dan berumrah.
Hai Fathimah, setiap istri yang tersenyum manis di muka suaminya, maka Allah memperhatikannya dengan penuh rahmat.
Hai Fathimah, setiap istri yang menyediakan diri tidur bersama suaminya dengan sepenuh hati, maka ada seruan yang ditujukan kpdnya dari langit. " Hai Wanita, menghadaplah dengan membawa amalmu. Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa dosamu yang berlalu dan yang akan datang."
Hai Fathimah, setiap istri yang meminyaki rambut suami demikian pula jenggotnya, memangkas kumis dan memotong kuku kukunya, maka Allah kelak memberi minum kpdnya dari rahiqim makhtum (tuak jernih yang tersegel) dan dari sungai yang ada di surga, bahkan Allah kelak akan meringankan beban sakaratul maut. Kelak dirinya akan menjumpai kuburnya bagaikan taman surga. Allah memcatatnya terbebas dari neraka dan mudah melewati sirath (titian).
Malu rasanya membandingkan diri dengan dirinya,tetes air mata mengalir ketika membaca sirohnya yg begitu teguh dan penuh kelembutan serta kasih sayang dalam menjalani kehidupannya. Ku yakinkan diri untuk mampu menjalani sekehidupan ini,bila kelak diriku menggenabkan 1/2 dien ini ,tidak bisa keseluruhannya, minimal bisa mengikuti kesabarannya. bener tdk????
Buat ukhtiku yg sudah menjalani setengah diennya atau yg akan,banyak amalan yg ada dihadapan kita kelak membawa ke Jannah-Nya ,ikhlaskan diri dari segala pekerjaaan seberat apapun,ganjaran yg lebih mulia disisi-Nya.(amin) Mari berdoa dengan sabar dan ikhlas dalam menjalani kehidupan ini.
:cry:
|
|
|
| |
|
|